Between Moon and Sun

BETWEEN MOON AND SUN/KYUMIN/PG-13/SHONEN AI/ROMANCE/ONESHOOT

Cast: KyuMin (Kyuhyun-Sungmin), YunJae (Yunho-Jaejoong), Leeteuk dan Donghae

Author by: Soraciel

Disclaimer: Semua nama tokoh di fanfic ini diambil dari member Super Junior dan DBSK. KyuSun dan SungMoon adalah nama ciptaan saya. Dilarang menuliskannya tanpa seizin saya. Terima kasih.

 680094221

~Tiap malam, bulan ditemani bintang yang bermain di sekelilingnya. Bintang selalu datang dengan beragam cerita menghibur bulan. Kali ini, bintang bercerita bahwa ada sesuatu yang tuhan ciptakan untuk bulan dan bulan tidak akan pernah dipertemukan dengan sesuatu itu. Sesuatu itu adalah matahari.Sosok yang mendambakan bulan dan memancarkan sinarnya untuk dipantulkan bulan di malam hari.Bulan yang mengetahui itu, selalu mencintai matahari tanpa melihat matahari.

“Tuhan, pertemukan aku sekali saja padanya. Aku ingin memberikannya cinta juga”~

***

“Hah….aku mimpi itu lagi! Kali ini sangat jelas, hyung!! Aku yakin peramal itu berkata benar. Aku adalah sang rembulan yang merindukan matahari. Dan beberapa hari lagi, aku akan bersatu dengan matahari” ujarku yang terbangun dari mimpiku.Keringat mengucur dari dahiku dan tanganku bergetar memegangi tangan Jaejoong hyung agar dia mempercayaiku.

“Kau percaya bahwa kau adalah roh bulan yang berenkarnasi?Itu hanya ramalan.Ma…mana ada kehidupan masa lalu” kata Jaejoong hyung—yang merupakan kakak kesayanganku.

“Aku percaya, hyung. Belakangan ini terasa sangat jelas. Apalagi sejak tubuhku ditato, aku merasakan sinar matahari makin hangat. Ya, mungkin ini petunjuknya. Matahari mulai mendekatiku dan aku akan berusaha mencari yeoja mana yang merupakan renkarnasi matahari” kataku dalam tubuh gemetar.

“Hentikan, Minnie! Aku tidak ingin kau sakit hati karena bergaul dengan yeoja, lalu kau dipanggil yeoja lagi. Kau sudah sejauh ini.Lihat tatomu!!”Jaejoong hyung menunjuk pada pinggangku.“Bagaimana bila mataharimu itu seorang namja?”

Mataku terbelalak mendengar perkataan Jaejoong hyung yang langsung menutup bibirnya. Tubuhku berhenti bergetar. Rasanya sesak dalam dadaku.Hening menguasai kamar Jaejoong hyung. “A….aku yakin dia seorang yeoja” getirku gugup.

Jaejoong hyung memelukku hingga aku merasa santai. Jaejoong hyung menyuruhku kembali ke kamarku. Aku selalu merepotkan Jaejoong hyung setiap mimpi ini datang. Dan setiap itu pula lah tubuhku bergetar dan dadaku terasa sesak. Aku kembali ke kamarku dan tidak bisa tidur. Sinar bulan memasuki kamar ku dengan hangat hingga terasa merasuki tubuhku. Aku menatap bulan dengan bibirku yang mengerucut sambil merasakan kehadiran roh bulan yang ber-renkarnasi dalam tubuhku.Aku menutup mataku perlahan dan merasakan suara Jae hyung yang berdengung di telingaku “Bagaimana bila mataharimu itu seorang namja?”

***

 “Antarkan aku sampai ke dalam kelas” kataku manja sambil mengerucutkan bibirku yang tipis nan mungil. Beginilah tiap harinya, Jaejoong hyung mengantarkan ku menuju kelas, yang sebenarnya Ia ingin menebar pesona pada para yeoja tetapi aku senang. Seperti biasanya, Jaejoong hyung hanya mengantarkanku sampai tepi lorong.

“Tidak mau.Aku juga ingin ke kelas ku” kata Jaejoong hyung mengerucutkan bibir merahnya yang menggoda—membalas tantanganku.

“Argh, sial!! Aku kalah lagi!! Kenapa bibir kerucut hyung bisa lebih seksi dariku!!” gerutuku kesal.

Jaejoong hyung tertawa dan pergi memunggungiku menuju kelasnya. Aku memandang punggungnya yang makin menjauh dengan bibir yang masih mengerucut. Terlihat dari punggungnya yang bidang, usahanya agar tidak terlihat cantik lebih keras dibanding diriku.

“Kyaaa…Sungmin-sshi!! Bolehkah kami memegang bibirmu?!” , “Kyaa…manis banget kalau kayak gitu” , “Sungmin oppa lebih manis kok dari Jaejoong oppa. Kyaa” teriak para yeoja beruntun mengelilingiku. Aku hanya tersenyum manis dan memperlakukan mereka dengan baik dan nyaman seperti biasanya. Inilah yang biasa ku lakukan demi mencari sosok matahariku yang selalu muncul dibenakku dan membuat hatiku tidak karuan.

Setelah melayani para yeoja itu, Aku berjalan menuju kelasku. Suatu hal yang menyenangkan melewati lorong sekolah dengan dimanjakan tarian sinar matahari dari jejeran jendela. Aku senyum-senyum sendiri merasakan sinar matahari merasuki tubuhku. Aku tidak sabar memperlihatkan tatoku pada teman-teman. Agar mereka mengakui aku macho sebagai namja.

Sesampainya di kelas, aku berkumpul dengan lingkaran para namja. Semua teman-teman namja di kelasku berkumpul untuk ngobrol berbagai hal. Kecuali satu orang, Si angkuh Kyuhyun. Dia selau diam dan berjalan angkuh dengan tatapan matanya yang tajam. Hanya dia, satu-satunya orang yang membenciku. Terlihat dari tatapan matanya yang seperti ingin membunuhku. Sejak saat itu, aku tidak ingin berdekatan dengan dia.

“Hebat kan?Sudah ku duga” kataku memperlihatkan pinggang ku.

“Uwoo!Daebak, Sungmin-sshi!” kata Donghae. “Aaa, Kyuhyun-sshi! Lihat tato Sungmi…”

Kyuhyun berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan kelas. Aku yang melihat hal itu merasakan sekali kebencian Kyuhyun padaku. Dia membenciku begitu saja.

“Waeyo?Apa sebegitu bencinya dia pada namja cantik?” terka Donghae enteng.

Aku menatap Kyuhyun yang pergi meninggalkan kelas sambil mengerucutkan bibirku yang mungil. Aku berdiri dari tempat dudukku dan mencari tahu kemana Kyuhyun pergi. Selama ini aku tidak pernah bertanya padanya mengapa dia begitu benci padaku. Aku pergi keluar kelas dan melangkah di sepanjang lorong. Aku tersenyum melihat sinar matahari—yang ku sukaimasuk melalui sela – sela jendela, seolah–olah sinarnya mengikuti kemanapun aku melangkah.

“Nah, gini dong!Ini Kyusun yang aku kenal!!”

“Kyusun?” terka ku sambil menghentikan langkah kakiku. Aku melihat Leeteuk hyung sedang tertawa bersama Kyuhyun. Tertawa?Apa ini? Si angkuh Kyuhyun itu ternyata bisa tertawa seperti itu juga. Aku merasakan sinar matahari makin memanas di kulitku yang lembut hingga membuat darahku mengalir deras dan sampai di hatiku yang mulai berdebar. Kenapa? Apa yang terjadi dengan hatiku? Apakah ini sebuah petunjuk bahwa Kyuhyun adalah matahariku? Tidak, tidak, tidak!! Lee Sungmin, kamu ini masih normal dan tidak mungkin matahari adalah seorang namja. Aku menggelengkan kepalaku—menepis semua asumsi yang ada di benakku.

“Kau kenapa, Sungmoon? Kok geleng – geleng kepala gitu?” tegur Leeteuk hyung yang tiba-tiba sudah ada di hadapanku.

“Heeh?! Sungmoon?!” spontan ku. Aku terkejut saat melihat Leeteuk hyung dan Kyuhyun yang sudah ada di hadapanku. Aku menelan ludah dan menatap Leeteuk hyung—menunggu respon.

“Ahahaha kau seperti tidak kenal aku saja, Sungminnie! Aku kan suka asal menyebut nama orang. Hahaha tapi Sungmoon itu cocok untuk namja lembut sepertimu, seperti bulan (moon) yang lembut” jelas Leeteuk hyung yang membuatku tercengang. “Dan ini Kyusun.Hahaha ternyata aku memang pintar merangkai kata yah? Kyuhyun itu emang bener–bener kayak matahari (sun) deh. Ah, kalian berdua cocok yah! Moon and Sun. Hahaha”

“Jangan seenaknya bicara!” gertak Kyuhyun mengguncang–guncangkan tubuh Leeteuk hyung yang makin tertawa nyaring.

Mataku membulat mendengar ucapan Leeteuk hyung walaupun itu hanya sebuah gurauan. Aku terdiam menatap Kyuhyun yang masih memukul–mukul Leeteuk dengan segala canda tawa. Aku terlalu mengambil hati kata–kata Leeteuk hyung.“Bagaimana bila mataharimu itu seorang namja?” kata–kata Jae hyung menghantuiku. Aku pun menutup telinga, sinar matahari mulai terasa memanas di kulitku membuat tubuhku bergetar dan mulai mengerang kesakitan hingga membuat kedua namja sekitarku itu menatapku heran. Leeteuk hyung menepuk–nepuk punggungku cemas namun Kyuhyun hanya diam dan pergi meninggalkan kami berdua perlahan.

***

“Sudah ku bilang, jangan dekat – dekat dengan si Kyuhyun itu! Sudah tahu dia begitu membencimu! Kau tahu kan rumor Kyuhyun yang bisa mengutuk orang, huh?! Mungkin saja dia mengutukmu atau apalah tapi kau malah aissh …. Kau yakin ingin istirahat disini?! Kau benar tidak apa–apa?!” ujar Jae hyung beruntun memegangi kedua bahuku.

Aku mengangguk pelan dan tersenyum tipis pada kakakku yang begitu mencemaskanku. Leeteuk hyung mengajak Jaejoong hyung untuk berbicara secara pribadi. Ia tahu Jae hyung begitu membenci Kyuhyun, berbeda dengan dirinya yang dekat dengan Kyuhyun. Aku menyenderkan punggungku pada pohon—tempatku duduk.“Sungmoon?Kyusun?” gumamku lemah. Ada apa denganku? Otak dan hatiku tidak sejalan. Hatiku berdegup seolah – olah memberitahukan aku bahwa Kyuhyun adalah matahari namun otakku begitu menekan kepalaku—menyadarkan aku bahwa aku adalah namja normal. Tidak mungkin aku menyukai seorang namja.

***

~Bintang yang bertaburan di sekeliling bulan layaknya prajurit yang senantiasa menjaga bulan. Demi menjaga bulan, bintang menyerap sinar matahari sehingga bintang bersinar lebih terang.Hanya bintang yang tahu, dimana letak matahari dan seberapa jauh matahari dari bulan. Bintang tidak ingin bulan sepertinya, bintang tidak ingin bulan seterang bintang seperti saat ini~

***

“Sudah ku bilang, jauhi dia!! Aku tidak ingin Minnie-ku menjadi sepertiku! Menjalani cinta sesama jenis itu tidak mudah. Itu cinta terlarang, kau tahu itu!!” gertak seorang namja sambil memijat – mijat dahinya.

“Aku sudah berusaha mengikuti apa yang kau bilang.Sungmin itu berbeda denganmu! Kau menjalani cinta sesama jenis karena dirimu sendiri. Sementara aku dan Sungminhanya menerima takdir kami sebagai…”

“Cukup!! Tidak ada roh, tidak ada renkarnasi! Yang ada sekarang hanyalah kesadaranmu bahwa kau adalah seorang namja dan sebagai namja normal, kau harusnya mencintai seorang yeoja!!” gertak Jaejoong tidak dapat menahan dirinya lagi.“Terserah kau. Aku sudah memperingatimu! Aku akan mengubah Minnie-ku menjadi namja sejati agar dia tidak sepertiku. Aku akan menjaganya agar jauh darimu”

***

“Jae hyung?Eng…” gumamku membuka mataku. Aku menatap matahari yang menyapaku dari sela–sela dedaunan yang memayungiku. Aku terbangun dari mimpi–mimpi anehku lagi namun kali ini makin jelas dan aku tidak ingin mempercayainya lagi. Aku melihat sekitarku, sepertinya Jaejoong hyung telah kembali ke kelasnya hingga hanya ada aku sendiri disini. Aku mulai menyipitkan mataku melihat punggung bidang seorang namja yang tampak bercahaya. Hari itu memang terik sehingga aku tidak dapat memastikan punggung siapa itu. Dari arahnya berjalan, Ia memasuki ruang astronomi. “Kyusun?” terka ku yang akhirnya diam–diam mengikuti Kyuhyun. Aku memasuki ruang astronomi dan mendapati Kyuhyun yang sedang tersenyum menatap teropong bintangnya.

“Ternyata kau disitu, bulan” kata Kyuhyun sambil melancarkan senyuman mautnya.

Aku tertegun. Pipiku mulai memerah dan dadaku berdebar. Apakah roh bulan yang berada dalam tubuhku sedang tersipu malu? Atau aku yang sebenarnya malu? Kakiku bergetar dan tak bisa berkata-kata. Kyuhyun yang sadar ada yang memperhatikannya kini menoleh ke arahku dan terkejut.

“K..Kyu…Kyusun? A…apakah benar kau adalah mataha….”

Kyuhyun memelukku dalam satu gerakan cepat. Ia tidak membiarkan aku berbicara. Ia semakin merengkuhkan pelukannya padaku hingga erat. Mengapa tubuhku tidak menolak? Jantungku berpacu cepat, mengalirkan darah ke seluruh tubuh hingga tubuhku memanas dan dadaku terasa sesak. Otakku menekan kepalaku hingga terasa sakit dan mengucurkan bulir–bulir keringat dingin yang keluar dari dahiku. Aku merasa dingin dan panas secara bersamaan hingga membuatku ingin muntah. Aku namja tapi namja ini adalah matahari, lalu aku harus bagaimana?

“Maafkan aku. Aku sudah tidak tahan lagi.Aku sudah melanggar janji Jaejoong hyung” gumam Kyuhyun di telingaku. “Chagiya, aku tidak suka kau menato tubuhmu”

“Ah…apa? Cha…Chagi?” getirku dengan tubuh yang semakin bergetar.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dariku, memegang erat pundakku sambil menatapku tajam namun lembut. Aku memandangnya dengan wajah tak mengerti kemudian membuang mukaku dari tatapannya, tidak sanggup menatap mata tajamnya itu.

“Tanpa ku jelaskan, kau pasti sudah tahu kan aku ini siapa dan ada hubungan apa aku denganmu?” tanya Kyuhyun lembut membuat mataku melebar dan menelan ludahku. “Sudah lama aku ingin memelukmu. Aku merindukanmu. Saranghaeyo, bulanku.Bolehkah aku menciummu?”

***

~“Tuhan, pertemukan aku sekali saja padanya. Aku ingin memberikannya cinta juga”

Bulan menyadari sinar matahari yang terpancar padanya semakin terang.Bulan merasakan kehadiran matahari yang kian dekat. Bulan percaya saat itu, dia akan bertemu dengan sosok dambaannya, sang matahari. Semakin lama, semakin panas sinar matahari yang terpantul pada bulan.Tanpa sepengetahuan bintang dan atas izin tuhan, bulan dan matahari bertemu. Bulan dan matahari pun menyatu bagaikan sepasang kekasih yang saling memeluk~

***

“Mwo?!Ash….mataku sakit” kata Yunho setelah melihat langit.

“Wae, Wae? Ada apa dengan matamu?” tanya Jaejoong panik. “Apa seseorang melukaimu?”

“Ambil ini, lihatlah ke langit. Tapi jangan lama – lama melihatnya” Yunho memberikan kacamata hitamnya pada Jaejoong—kekasih terlarangnya sambil mengucek matanya yang perih.

“Tidak mungkin!Gerhana matahari. Ash…Minnie” kata Jaejoong yang segera melepas kacamata hitamnya dan berlari menuju ruang astronomi. “Aku gagal! Aku gagal!”

Jaejoong membuka pintu ruang astronomi secara kasar. Ia terkejut mendapati ku yang sedang menangis dalam pelukan Kyuhyun. Aku melihat kehadiran Jaejoong hyung yang sedang memandangku tercengang. Kyuhyun melepaskan pelukannya dari ku dan membiarkan ku untuk menghampiri kakakku. Kyuhyun membungkukan diri—tanda hormatnya sekaligus meminta maaf pada Jaejoong hyung.Aku memukul Jaejoong hyung hingga terjatuh kemudian memeluknya erat.

“Jadi selama ini kau sudah tahu semuanya?Mengapa kau merahasiakannya?” gumam ku di telinga Jaejoong hyung. Aku kesal sekaligus sedih memikirkan penderitaannya. Jae hyung menjauhkan ku dari Kyuhyun, membentuk ku menjadi namja sejati agar aku tidak sepertinya.Hanya karena diriku, Jae hyung dapat berbuat sejauh itu. Jae hyung terlalu menyayangiku. Di sela–sela telingaku, aku mendengar suara Jae hyung yang menggumamkan kata maaf terus menerus.Aku dapat merasakan kerapuhannya dari tubuh besar yang ku peluk saat ini.

***

~Do’a bulan terkabul, bulan bertemu dengan matahari setiap gerhana matahari. Bintang selalu membawa cerita untuk bulan agar melupakan peristiwa gerhana matahari sehingga peristiwa gerhana matahari selalu terjadi dalam jangka waktu yang lama.Olehkarenanya di antara bulan dan matahari, ada bintang yang tahu segalanya. Ada bintang yang selalu menemani dan menjaga bulan~

***

“Aku dan Kyuhyun telah memutuskan bahwa kami akan berpisah dan bertemu lagi di renkarnasi berikutnya. Kami berharap saat itu, kami terlahir kembali dengan jenis kelamin yang berbeda hingga cinta ini tidak terlarang lagi. Hingga saat itu tiba, aku harap Jae hyung tetap menjadi bintang yang selalu menjagaku” jelas ku panjang lebar. Ini memang keputusan berat namun aku dan Kyuhyun menghargai usaha Jaejoong hyung selama ini.

“Kau tidak perlu memaksakan dirimu lagi demi aku. Selama ini aku selalu mengatur hidupmu, sekarang aku memberikan kebebasan untukmu dan mungkin a…a… akuakan merelakan hubunganmu dengan Kyuhyun” ujar Jae hyung melepaskan diri dari pelukanku perlahan kemudian merangkul dan mengusap bahuku.

Kyuhyun menghampiriku yang terduduk di lantai bersama Jaejoong hyung. Ia mengusap pipiku hingga sampai di bibirku dan mulai melancarkan senyum evilnya, “Bagaimana ini, Sungmoon? Aku ingin normal tapi roh matahari yang ada dalam diriku ingin memilikimu seutuhnya dalam konteks yang berbeda. Kau mengerti? Hehe”

Aku dan Jaejoong sama–sama terkejut. Jaejoong melototi Kyuhyun sementara aku tersenyum pasrah menatap matahariku yang suka menggoda itu.

SELESAI

Ps: Fanfiction ini pernah diikutkan ke dalam lomba FF, dipublish di maorurin.wordpress.com dan di notes facebook saya. Fanfiction ini murni MILIK SAYA. NO COPYCAT

Iklan

4 respons untuk ‘Between Moon and Sun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s